Setiap bulan karo atau bulan kedua yang dimiliki oleh suku tengger dalam persiapannya sesudah hari raya kasodo yang diselenggaraka dua sebelumnya yang dilaksanakan di akawah gunung Bromo.
Dalam persiapannya sebelum upaacara hari raya karo yang diikuti semua umat tengger mereaka mempersiapakan segala sesuatu mulai dari membersih kan rumah ,alat alat atau tempat kue dan lain lain.
Juga mempersiapkan makanan khusus untuk ritual yang akan disajikan dalam pelaksanaan upacara hari raya karo serta alat alat yang akan digunakan dalam pelaksanaan upacara tersebut.
Upacara ritual itu dilakukan oleh orang tengger dan sekitar kawasan yang diikuti oleh desa desa dikawasan tengger dalam empat kabupaten yaitu kab. PASURUAN PROBOLINGGO LUMAJANG dan MALANG.
Dalam pelaksanaannya diikuti oleh umat hindu pada umumnya dan juga umat yang llain ikut juga merayakan upacara adat hari raya karo yang merupakan yang sangat kramat abagi umat TENGGERpada umumnya.
Upacara hari raya karo diadakan pembukaan hari raya karo yang namanya Sodoran di pasatkan di desa Tosari dan diikuti oleh seluruh desa yang ada di kec. Tosari dan desa ngadirejo dan desa Ledok kec. Tutur kabupaten Pasuruan.
Kegiatan selanjutnya diikuti oleh desa desa yang dianggap desa yang lebih tua menurut sesepuh atau tua tua adat tengger jaitu dukun adat setiap desa yang ada di kawasan tengger adan sekitarnya.Dilanjutkan kegiatan upacara hari raya karo dengan yang di naikkan mantra oleh dukun adat masing masing desa dari rumah tua tua desa yang namanya ssanggar sebagai staf dari dukun setempat di amasing masing desa dan dillanjutkan kunjungan dari tetangga serta sanak saudara dan handai tolan untuk bergantian makan dan minum dirumah rumah.
Yang paling menarik adalah bermacam macam sajian dan dandanan atau makanan makanan mulai dari nasik ,pisang sebagai gedang ayu,jadah tetel yang dibut dari jagun dan lain lain